Latar Belakang dan Gambaran Umum Otomotif

A. Latar Belakang 
Sejarah Selama berabad-abad, manusia mengandalkan berjalan kaki atau menggunakan hewan untuk memberikan tenaga penggerak transportasi. Setelah ditemukan sistem penggerak elektrik, uap, dan bensin, manusia menggunakan kendaraan yang dapat bergerak secara mandiri, yaitu kendaraan yang bergerak karena tenaga sendiri.
 1876 OTTO four-stroke cycle engine dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman, Nikolaus Otto. 1885 Mobil pertama yang menggunakan mesin bensin siklus OTTO yang dirancang oleh Karl Friedrick Beary (1844–1929). 
1892 Rudolf Diesel (1858–1913) menerima paten untuk mesin dengan pembakaran kompresi. Mesin diesel pertama dibangun pada tahun 1897. 
1896 Henry Ford (1863–1947) merancang dan membuat mobil pertamanya, yang disebut Quadricycle. 1900 Sekitar 4.200 mobil total yang terjual, termasuk: • 40% yang menggunakan tenaga uap • 38% yang menggunakan tenaga baterai/listrik • 22% yang menggunakan tenaga mesin bensin 
1902 Oldsmobile, didirikan oleh Ransom E. Olds (1864–1950), memproduksi kendaraan berukuran besar yang terjangkau secara massal. 
1908 William Durant (1861–1947) mendirikan General Motors. Ford Model T diperkenalkan. 
1912 Starter listrik ditemukan oleh Charles F. Kettering (1876–1958) dari Dayton, Ohio, pertama kali digunakan pada Cadillac. Starter tersebut diproduksi oleh perusahaan baru bernama Delco, singkatan dari Dayton Engineering Laboratories Company. 
1914 Mobil pertama dengan bodi 100% baja dibuat oleh Budd Corporation untuk Dodge. Sebelum 1914, semua bodi mobil memiliki komponen kayu di dalamnya. 
1922 Kendaraan pertama yang memiliki rem empat roda hidraulik beroperasi adalah sebuah Duesenberg yang dibangun di Indianapolis, Indiana. 
1940 Transmisi otomatis pertama diperkenalkan oleh Oldsmobile. 
1973 Airbag ditawarkan sebagai opsi pada beberapa kendaraan General Motors. 
1985 Lincoln menawarkan sistem pengeremannon-laju empat roda anti-kunci (antilock braking system) pertama. 
1997 Kendaraan pertama dengan kendali kestabilan elektronik (electronic stability control) ditawarkan oleh Cadillac. Sebuah mobil yang dibangun oleh henry fordm (Model Quadrycicle)

Sebuah mobil yang dibangun oleh henry fordm (Model Quadrycicle)


B.      Bodi Kendaraan, Sistem Sasis dan Rangka

1.    Sistem Bodi Kendaraan

     Kendaraan motor awal berevolusi dari kereta kuda yang ditarik hewan. Mesin dan sistem tenaga dipasang pada kereta yang dimodifikasi, yang menghasilkan istilah “kendaraan tanpa kuda” atau “kereta tanpa kuda.” Bodi kendaraan berkembang hingga pada era 1930-an, bodi yang sepenuhnya terbuat dari baja menjadi tipe yang paling umum digunakan. Semua badan kendaraan bergantung pada rangka dari kayu atau baja untuk mendukung komponen sasis.


Semua komponen bodi terbuat dari rangka kayu sampai tahun 1920

 

2.    Sistem Sasis Kendaraan

Sistem sasis kendaraan mencakup komponen-komponen berikut:

a.    Rangka atau bodi kendaraan, yang digunakan untuk memberikan dukungan bagi komponen suspensi dan kemudi serta powertrain.

b.    Sistem suspensi kendaraan yang menyediakan perjalanan yang mulus bagi pengemudi dan penumpang serta membantu ban agar tetap berada di jalan meskipun kendaraan melaju di jalan yang tidak rata. Sistem suspensi mencakup pegas dan lengan kendali yang memungkinkan roda bergerak naik-turun dan menjaga ban tetap menyentuh jalan.

c.     Sistem pengereman kendaraan untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda, yang pada gilirannya menghentikan kendaraan. Sistem pengereman mencakup pedal rem, silinder master, ditambah rem roda di setiap roda. Ada dua jenis rem roda yang digunakan. Rem cakram mencakup kaliper yang menerapkan gaya pada kampas rem di kedua sisi cakram/rotor yang berputar. Rem tromol menggunakan kampas rem yang diterapkan secara hidraulik ke luar terhadap tromol rem yang berputar. Tromol rem terpasang pada dan menghentikan putaran roda. Rem tromol banyak digunakan di bagian belakang banyak kendaraan.

d.    Roda dan ban — Roda dipasang pada hub bantalan pada poros. Ban harus menyediakan traksi untuk akselerasi, pengereman, dan cornering, serta memberi kenyamanan berkendara. Roda terbuat dari baja atau paduan aluminium dan dipasang ke hub kendaraan menggunakan mur baut, yang harus dikencangkan dengan torsi yang tepat. Produsen kendaraan dapat merancang platform yang dapat menggunakan powertrain yang berbeda.

 


Beberapa produsen kendaraan mampu memproduksi satu platform yang bisa digunakan dengan mesin pembakaran internal, powertrain plug-in hybrid, atau powertrain listrik murni.

    Banyak produsen mobil mewah pada tahun 1920-an dan 1930-an memiliki bodi yang dibuat oleh perusahaan lain. Pada akhirnya, sebagian besar bodi terbuat dari baja dan banyak yang tidak membutuhkan rangka untuk mendukung drivetrain dan suspensi.

Atap kendaraan didukung oleh pilar-pilar dan mereka diberi label A, B, C, dan D dari depan ke belakang kendaraan. Semua kendaraan memiliki pilar A di kaca depan, tetapi banyak yang, seperti hardtop, tidak memiliki pilar B. Station wagon dan kendaraan sport utility (SUV) sering memiliki pilar D di bagian belakang kendaraan.



Bodi dan istilah

3.    Rangka

Konstruksi rangka biasanya terdiri dari balok baja berbentuk kanal yang dilas dan/atau diikat bersama. Kendaraan dengan rangka dan bodi terpisah biasanya disebut kendaraan body-on-frame (BOF). Banyak istilah yang digunakan untuk melabeli atau mendeskripsikan rangka kendaraan, termasuk:

 

a.    KONSTRUKSI UNIT-BODI

Konstruksi unit-bodi (kadang-kadang disebut unibody) adalah desain yang menggabungkan bodi dengan struktur rangka. Bodi terdiri dari banyak panel baja cetakan individual yang dilas bersama. Kekuatan jenis konstruksi ini terletak pada bentuk rakitannya. Kendaraan pada umumnya menggunakan 300 panel baja cetakan terpisah yang dilas titik bersama untuk membentuk bodi kendaraan.

 


Perhatikan rusuk-rusuk dan banyaknya potongan lembaran logam yang berbeda yang digunakan dalam konstruksi bodi ini. 

CATATAN: Sebuah kendaraan pada umumnya mengandung sekitar 10.000 bagian individual terpisah. 

b.    SPACE-FRAME CONSTRUCTION / KONSTRUKSI RANGKA RUANG

     Beberapa kendaraan menggunakan konstruksi rangka ruang, yang terdiri dari lembaran baja yang dibentuk untuk membangun kerangka seluruh kendaraan. Kendaraan tersebut kemudian memiliki panel plastik atau baja untuk menutupi kerangka baja.


C.      Evolusi Desain Mesin Kendaraan

     Semua mesin bensin dan diesel disebut mesin pembakaran internal dan dirancang untuk mengompres campuran yang dapat dinyalakan. Campuran ini dinyalakan dengan menggunakan percikan api (bensin) atau dengan panas kompresi (diesel). Piston-piston dihubungkan ke poros engkol, yang mengubah gerakan naik-turun piston menjadi gaya putar yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

 

1.    DESAIN INLINE VERSUS TIPE-V

     Sebagian besar mesin awal menggunakan empat atau enam silinder yang disusun sejajar. Ini disebut mesin segaris dan masih diproduksi hingga saat ini. Beberapa mesin dengan 4, 6, 8, 10, 12, atau 6 silinder disusun dengan separuh silinder pada setiap set "V" dan dihubungkan ke poros engkol umum di bagian bawah "V." Poros engkol mengubah gerakan naik-turun piston menjadi gerakan putar, memungkinkan mesin untuk menggerakkan roda penggerak.

 

2.    DESAIN LOKASI KATUP

     Desain di mana katup-katup terletak di blok mesin disebut desain flathead karena kepala silinder hanya menutupi ruang bakar dan menyertakan lubang untuk busi. Blok mesin berisi saluran untuk cairan pendingin serta oli pelumas dan merupakan penopang untuk semua sistem mesin lainnya.

Mesin Ford flathead V-8. Desain mesin ini digunakan oleh Ford Motor Company dari tahun 1932 hingga 1953. Dalam desain flathead, katup-katup terletak di samping (di sebelah) silinder.

 

     Pada tahun 1950-an, sebagian besar desain mesin menempatkan katup di kepala silinder. Ini disebut desain katup atas atau OHV (overhead valve). Bahkan desain mesin yang lebih baru menampilkan poros bubungan atas (OHC: overhead camshafts) yang disebut desain poros bubungan atas tunggal (SOHC: single overhead camshaft) dan mesin yang menggunakan dua poros bubungan atas per bank silinder yang disebut desain poros bubungan atas ganda (DOHC: double overhead camshaft). Penempatan poros bubungan menghasilkan aliran udara masuk yang lebih baik ke dalam dan gas buang keluar dari mesin. Kebutuhan akan pengurangan emisi dan penghematan bahan bakar yang lebih besar menyebabkan kemajuan dalam desain mesin. Perubahan ini meliputi:

Sistem pengapian elektronik

Injeksi bahan bakar elektronik

Kontrol mesin terkomputerisasi

 

D.    Gambaran Umum Sistem Engine

Setiap mesin membutuhkan banyak sistem agar berfungsi dengan benar.

1.    COOLING SYSTEM/Sistem Pendingin

    Meskipun beberapa mesin lama didinginkan dengan udara, semua mesin yang saat ini diproduksi didinginkan dengan cairan. Cairan pendingin disirkulasikan oleh pompa air melalui saluran di blok silinder dan kepala yang disebut jaket air. Cairan pendingin adalah campuran antibeku dan air untuk memberikan perlindungan korosi dan pembekuan. Setelah cairan pendingin menyerap panas dari mesin, ia mengalir melalui radiator, yang mendinginkan cairan pendingin dengan melepaskan panas ke udara. Suhu cairan pendingin dipertahankan dengan menggunakan termostat yang terletak di saluran cairan pendingin, yang membuka untuk memungkinkan cairan pendingin mengalir ke radiator atau menutup sampai cairan pendingin cukup panas untuk membutuhkan pendinginan.

 

2.    LUBRICATION SYSTEM/Sistem Pelumasan

     Semua mesin membutuhkan pasokan oli pelumas untuk mengurangi gesekan dan membantu mendinginkan mesin. Sebagian besar mesin dilengkapi dengan bak oli, juga disebut penampung oli, yang berisi 3 hingga 7 liter oli. Pompa oli yang digerakkan mesin memaksa oli di bawah tekanan melalui filter oli, kemudian ke saluran di blok dan kepala yang disebut galeri oli, dan kemudian ke semua bagian yang bergerak.

 

3.    AIR INTAKE SYSTEM/SISTEM PEMASUKAN UDARA

     Semua mesin, baik mesin bensin maupun diesel, menarik udara dari atmosfer. Dibutuhkan sekitar 9.000 galon udara untuk setiap galon bensin yang digunakan. Udara harus ditarik di mana air yang dalam di jalan tidak dapat ditarik ke dalam mesin. Udara kemudian disaring oleh filter udara yang dapat diganti. Setelah udara disaring, ia melewati katup throttle dan kemudian masuk ke mesin melalui manifold intake.

 

4.    SISTEM BAHAN BAKAR

Sistem bahan bakar meliputi komponen dan sistem berikut:

Tangki bahan bakar

Saluran dan filter bahan bakar

Injektor bahan bakar

Kontrol elektronik pompa bahan bakar dan injeksi bahan bakar

Injektor bahan bakar dirancang untuk mengatomisasi bensin cair menjadi tetesan kecil sehingga dapat bercampur dengan udara yang masuk ke mesin. Campuran bahan bakar dan udara ini kemudian dinyalakan oleh busi.

 

5.    SISTEM START DAN PENGISIAN

Sistem start dan pengisian mesin meliputi baterai, sistem start (engkol), komponen sistem pengisian, dan sirkuit.

 

6.    SISTEM PENGAPIAN

Sistem pengapian meliputi modul kontrol pengapian (ICM:) ignition control module dan koil pengapian (Ignition Coil), yang menciptakan percikan tegangan tinggi dengan menaikkan tegangan baterai. Busur di antara elektroda busi menyulut campuran udara-bahan bakar di ruang bakar dan tekanan yang dihasilkan mendorong piston ke bawah pada langkah tenaga.

 

7.    EMISSION CONTROL SYSTEM

     Pengendalian emisi kendaraan meliputi pengendalian uap bensin agar tidak terlepas ke atmosfer selain mengurangi emisi dari knalpot. Emisi yang dikendalikan meliputi bensin yang tidak terbakar, yang disebut hidrokarbon (HC), dan gas buang, karbon monoksida (CO) dan oksida nitrogen (NOX). Sistem kontrol emisi evaporatif, yang biasanya disebut sistem EVAP, dirancang untuk mencegah pelepasan asap dan uap bensin. Sistem kontrol emisi lainnya meliputi:

 

Ventilasi bak mesin positif (PCV: Positive crankcase ventilation). Sistem ini menggunakan katup yang disebut katup PCV untuk mengatur aliran gas yang terbentuk di bak mesin yang sedang berjalan, yang dialirkan kembali ke manifold intake. Mesin kemudian akan menarik gas-gas ini ke dalam ruang bakar di mana gas-gas tersebut dibakar untuk membantu mencegah pelepasan gas ke atmosfer.

 

Resirkulasi gas buang (EGR: Exhaust gas recirculation). Sistem EGR mengukur sekitar 3% hingga 7% gas buang kembali ke intake di mana gas-gas tersebut mengurangi suhu pembakaran puncak dan mencegah oksigen (O2) dan nitrogen (NO) dari udara bergabung membentuk oksida nitrogen.

 

Konverter katalitik. Konverter katalitik adalah unit yang terletak di sistem pembuangan biasanya dekat dengan mesin, yang menyebabkan perubahan kimia pada gas buang.

 

Diagnostik on-board. Ini berarti bahwa mesin, serta sistem manajemen mesin dapat menguji dirinya sendiri, untuk pengoperasian yang benar dan memperingatkan pengemudi jika terdeteksi adanya kesalahan. Lampu peringatan disebut lampu indikator malfungsi (MIL: malfunction indicator light) dan diberi label "Check Engine" atau "Service Engine Soon." Sistem diagnostik on-board saat ini berada di generasi kedua dan disebut OBD-II. Penguji genggam elektronik, yang disebut alat pemindai/scanner, diperlukan untuk mengakses (mengambil) kode masalah diagnostik (DTC) yang tersimpan dan melihat data sensor dan sistem.

E.    Gambaran Umum Power Train

Tujuan dari powertrain adalah untuk mentransfer output torsi mesin ke roda penggerak.

 

1.    POWERTRAIN PENGGERAK RODA BELAKANG

Kendaraan penggerak roda belakang menggunakan komponen-komponen berikut untuk mentransfer torsi mesin ke roda penggerak belakang:

 

·     Transmisi. Transmisi otomatis biasanya menggunakan set roda gigi planet dan kontrol elektronik untuk mengubah rasio gigi. Dalam transmisi yang digeser secara manual, drivetrain berisi rakitan kopling, yang memungkinkan pengemudi untuk melepaskan torsi mesin dari transmisi untuk memungkinkan pengemudi berpindah dari satu rasio gigi ke rasio gigi lainnya. Transmisi terdiri dari roda gigi dan rakitan lainnya yang memberikan output torsi tinggi pada kecepatan rendah untuk akselerasi dan output torsi lebih rendah tetapi pada kecepatan lebih tinggi untuk penghematan bahan bakar maksimum pada kecepatan jalan raya.

·     Poros Penggerak (Driveshaft). Poros penggerak, juga disebut poros baling-baling, digunakan untuk menghubungkan dan mentransmisikan torsi mesin dari transmisi ke poros penggerak belakang. Sambungan universal  (U-joint/Universal joints) digunakan untuk memungkinkan poros penggerak belakang bergerak naik dan turun pada suspensi belakang dan masih dapat mentransmisikan torsi mesin.

·     Drive axle. Drive Axle digunakan di bagian belakang beberapa kendaraan dan melakukan tiga fungsi:

-          Ini berisi diferensial yang memungkinkan kecepatan poros yang berbeda saat menikung.

-          Ini meningkatkan torsi yang diterapkan ke roda penggerak belakang dengan menggunakan set roda gigi reduksi (roda gigi cincin dan pinion).

-          Ini mengubah arah torsi mesin yang diterapkan dan menggunakan axle shafts untuk mentransfer torsi ke roda penggerak.

 

2.    FRONT-WHEEL-DRIVE POWERTRAIN ( POWERTRAIN PENGGERAK RODA DEPAN)

Kendaraan penggerak roda depan menggunakan transaxle, yang merupakan kombinasi transmisi dan diferensial dalam satu rakitan. Poros gandar penggerak (Drive axle shafts)  kemudian mentransfer torsi mesin ke roda penggerak depan dari output transaxle.

 

3.    FOUR-WHEEL-DRIVE SYSTEM

Ada banyak jenis metode untuk menggerakkan keempat roda. Banyak di antaranya menyertakan transfer case untuk membagi torsi mesin ke roda depan dan belakang.


 

F.   Gambaran Umum Sistem Kelistrikan

       Kendaraan awal tidak dilengkapi dengan sistem kelistrikan karena sistem pengapiannya tidak memerlukan baterai. Mesin-mesin awal menggunakan magnet untuk menghasilkan percikan api, bukan tenaga listrik dari baterai seperti yang digunakan pada kendaraan modern. Komponen kelistrikan pertama yang digunakan pada kendaraan adalah lampu yang ditenagai oleh baterai, yang berfungsi tidak hanya untuk membantu pengemudi melihat jalan, tetapi juga agar kendaraan dapat terlihat oleh pengguna jalan lainnya pada malam hari. Penggunaan baterai secara luas baru dimulai setelah tahun 1912, seiring dengan ditemukannya self-starter (motor starter otomatis). Charles F. Kettering juga menciptakan sistem pengapian tipe point (pengapian kontak platina) pada waktu yang hampir bersamaan dengan self-starter.

      Oleh karena itu, baterai awal sering disebut sebagai baterai SLI, yang merupakan singkatan dari Starting, Lighting, dan Ignition (Penghidupan, Penerangan, dan Pengapian). Mulai tahun 1920-an hingga 1950-an, komponen kelistrikan lainnya mulai ditambahkan, seperti radio, kipas pemanas kaca (defroster fan), dan klakson. Baru pada dekade 1960-an, aksesori kelistrikan seperti pendingin udara (AC), kursi bertenaga listrik (power seats), dan jendela otomatis (power windows) menjadi umum digunakan dalam kendaraan.

       Pada masa lalu, jumlah komponen elektronik pada kendaraan masih terbatas. Namun, seiring perkembangan teknologi otomotif, jumlah dan kompleksitas komponen elektronik telah meningkat secara signifikan dan kini mencakup hampir seluruh sistem dalam kendaraan, antara lain:

Sistem pemantauan tekanan udara pada ban (Tire Pressure Monitoring System)

Kursi dengan fitur pemanas dan pendingin (Heated and Cooled Seats)

Pengaturan iklim otomatis (Automatic Climate Control)

Jendela dengan penggerak listrik (Power Windows)

Sistem keamanan kendaraan (Vehicle Security Systems)

Kemudi bertenaga listrik (Electric Power Steering)

Suspensi elektronik (Electronic Suspension)

Perkembangan ini mencerminkan transformasi kendaraan dari sistem mekanis sederhana menjadi sistem elektromechanical yang kompleks, di mana kontrol dan kenyamanan berkendara sangat bergantung pada teknologi elektronik terintegrasi.

                                                      

Alternator bertanggung jawab untuk menyuplai kebutuhan listrik kendaraan serta menjaga agar baterai tetap terisi.

 

G.   Gambaran Umum Pemanas, Ventilasi, dan Pendingin Udara (HVAC)

     Kendaraan model awal tidak dilengkapi dengan pemanas atau metode lain untuk memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang. Sebagian besar kendaraan awal memiliki desain terbuka dengan atap sederhana yang dapat dilepas. Beberapa di antaranya dilengkapi dengan tirai samping opsional yang memberikan perlindungan terhadap cuaca. Pada tahun 1930-an dan 1940-an, ketika bodi kendaraan tertutup sepenuhnya mulai umum digunakan, produsen kendaraan mulai menyertakan sistem pemanas, yang merupakan radiator kecil dengan aliran cairan pendingin mesin di dalamnya. Pada masa yang sama dan berlanjut hingga tahun 1950-an, pilihan fitur yang tersedia pada banyak kendaraan umumnya hanya radio dan pemanas, yang dikenal dengan singkatan R & H (Radio and Heater).

     Saat ini, sistem pendingin udara (AC) telah menjadi fitur standar pada sebagian besar kendaraan, yang juga mencakup fungsi defroster serta pemanas ruang kabin penumpang, sering kali dibagi dalam dua zona untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengemudi dan penumpang. Fitur kenyamanan tambahan yang kini tersedia meliputi kursi yang dapat dipanaskan maupun didinginkan, serta setir yang dilengkapi dengan pemanas.

H. Sistem Suspensi Mobil

Sistem suspensi mobil adalah bagian dari kendaraan yang berfungsi untuk menyerap guncangan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kenyamanan saat berkendara. Sistem ini menjadi penghubung antara rangka (chassis) mobil dan roda, serta membantu memastikan roda tetap menyentuh permukaan jalan meskipun jalanan bergelombang atau tidak rata.

Fungsi utama sistem suspensi:

  1. Menyerap guncangan dari jalan (misalnya jalan berlubang, tidak rata, atau bergelombang).

  2. Menjaga kestabilan dan keseimbangan kendaraan, terutama saat menikung, mengerem, atau melewati jalan bergelombang.

  3. Meningkatkan kenyamanan penumpang dan pengemudi.

  4. Menjaga traksi roda, agar ban selalu menyentuh permukaan jalan, sehingga mobil bisa dikendalikan dengan baik.

Komponen Sistem Suspensi Mobil

 

Sistem suspensi mobil terdiri dari berbagai komponen yang bekerja bersama-sama untuk mengendalikan pergerakan roda dan memberikan kenyamanan serta stabilitas selama berkendara. Berikut adalah beberapa komponen utama dalam sistem suspensi mobil:

1. Spring (Pegas/Per)

Per adalah salah satu komponen utama dalam sistem suspensi mobil. Per berbentuk pegas yang terletak di atas atau di bawah roda dan berfungsi untuk menyerap goncangan di jalan serta mendistribusikan beban kendaraan ke roda. 

Ada dua jenis per utama, yaitu per daun (leaf spring) dan per spiral (coil spring). Pegas merupakan komponen yang terbuat dari baja elastis yang kuat, daya elastisitas pada pegas ini yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menyerap semua getaran pada permukaan jalan.

2. Shock Absorber (Peredam Kejut)

Shock absorber bekerja bersama per untuk mengendalikan pergerakan roda dan mengurangi getaran. Shock absorber berfungsi untuk menghentikan pergerakan per atas dan bawah secara cepat, sehingga roda bisa tetap kontak dengan jalan.

3. Wheels and Tires (Roda dan Ban)

Roda dan ban merupakan bagian penting dari sistem suspensi karena roda adalah titik kontak utama dengan jalan. Ban yang baik dan seimbang dapat membantu meningkatkan traksi dan kenyamanan ketika berkendara.

4. Bearing (Bantalan Roda)

Bantalan roda memungkinkan roda dapat berputar secara lembut. Komponen ini harus berfungsi dengan baik untuk menghindari gesekan yang berlebihan dan kerusakan.

5. Control Arm (Lengan Suspensi)

Control Arm atau lengan suspense adalah komponen yang menghubungkan roda dengan kerangka kendaraan yang memungkinkan roda dapat bergerak naik-turun dan berputar, sehingga kendaraan dapat menyesuaikan diri dengan medan jalan.

6. Bushing (Per Bantalan)

Per bantalan adalah elemen karet yang digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen suspensi, seperti Control Arm dengan kerangka kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dan menyerap getaran.

7. Stabilizer Bar

Stabilizer bar adalah komponen dalam suspensi mobil yang terbuat dari batang besi yang terhubung di antara lower arm roda kanan serta kiri dan pada bagian tengahnya dihubungkan dengan mobil. Komponen ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan bodi mobil saat berbelok. 

8. Strut Bar

Strut Bar berfungsi buat menahan lower arm agar kemiringan roda depan dapat terjaga dengan baik. 

9. Electronic Components (Komponen Elektronik)

Beberapa mobil modern sudah dilengkapi dengan komponen elektronik dalam sistem suspensinya, seperti sensor kecepatan roda, sistem kontrol traksi, dan suspensi adaptif yang memungkinkan penyesuaian karakteristik suspensi secara otomatis sesuai dengan kondisi jalan dan gaya mengemudi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran Jangka Sorong